Manajemen Inventory merupakan salah satu tata pengelolaan stok barang perusahaan yang cukup diperlukan. Berikut ini informasi selengkapnya
Perusahaan merupakan jenis organisasi pencari laba dengan arus barang yang diharapkan akan terus lancar.
Skala perusahaan yang melakukan bisnis cukup berbeda, ada yang berskala kecil hingga multinasional. Manajemen Persediaan atau Manajemen Inventory merupakan pilar dari proses produksi yang dilakukan oleh mereka.
Berkaitan dengan hal yang berkaitan dengan persediaan, kita mengenalnya sebagai antisipasi krisis walaupun berada di lingkungan sesederhana apapun seperti pada keluarga.
Konsep tersebut diadopsi pada lingkungan bisnis dan mendorong adanya teori serta penerapan manajemen terkait pada perusahaan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Manajemen Persediaan, mari kita simak ulasan berikut ini.
Konsep Dan Pengertian Manajemen Inventory
Konsep persediaan sudah kita kenal sejak lama dan sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja, Anda menyimpan bahan makanan di lemari pendingin berupa daging ikan dan sayuran untuk diolah menjadi sayur keesokan hari.
Barang yang disimpan pun harus diperhatikan kualitas, jumlah, dan berbagai indikator lainnya.
Memang terkesan mudah, tapi siapa sangka jika masalah persediaan merupakan hal yang cukup rumit. Terutama bagi perusahaan besar yang memiliki arus barang masuk-keluar yang sangat besar, hingga berskala multinasional.
Inilah peran penting dari bagian manajemen persediaan sebuah perusahaan yang tidak bisa dikesampingkan.
Menurut istilah, persediaan adalah kumpulan dari aset suatu individu atau instansi (termasuk perusahaan) yang memiliki status “menganggur” atau idle.
Persediaan bisa mencakup berbagai jenis barang dan memiliki cakupan yang sangat luas, karena bentuknya bisa nyata atau virtual. Seringkali persediaan pada perusahaan juga mampu mempengaruhi aliran uang yang digunakan pada proses produksi.
Dari uraian tersebut, bisa disimpulkan bahwa pengertian dari Manajemen Persediaan atau Manajemen Inventory adalah suatu sistem pengaturan stok barang.
Secara sederhana, pengelolaan barang akan dilakukan oleh tim khusus perusahaan, untuk bisa mengontrol pemakaian biaya serta resiko dari investasi perusahaan.
Tak hanya itu, tim khusus tersebut bertugas untuk menangani ketidakpastian penerimaan barang dan mencari jalan keluar atas permasalahan produksi.
Konsep dari Manajemen Persediaan sudah sejak lama digunakan oleh perusahaan, karena terbukti membantu meminimalisir terjadinya kerugian.
Singkatnya, karena proses penerimaan barang dari pemasok dan penyimpanan barang berlangsung cukup kompleks, Manajemen Persediaan membantu mewujudkan proses penyimpanan yang efektif.
Barang akan diterima, disimpan, dan dialihkan pada bagian produksi sebisa mungkin dalam kualitas terbaik seperti sedia kala.
Berbagai Fungsi Manajemen Inventory
Sebagaimana unit Manajemen lain dari sebuah perusahaan, Manajemen Inventory merupakan bagian yang sangat penting keberadaannya. Mereka memiliki berbagai fungsi yang tidak bisa dielakkan dan berkaitan langsung dengan stok barang serta ketepatan elemen lain dalam suatu rantai produksi.
Tak hanya itu, berikut ini fungsi Manajemen Persediaan lain yang mungkin belum kamu ketahui :
1. Inventory Control atau Kontrol Persediaan
Manajemen persediaan memiliki fungsi sebagai inventory controller secara sistematis dan terintegrasi. Pada perusahaan yang memiliki ragam produk yang sangat divers, mereka menggunakan semacam software inventory integrator untuk memantau persediaan barang di gudang.
Pihak yang melakukan input data pada software harus secara teliti melakukan pengecekan barang di gudang agar hasilnya bisa dipantau Manajer Inventory.
2. Stock Shortages Anticipation atau Antisipasi Kekurangan Stok
Semua perusahaan memiliki hubungan kerjasama dengan para pemasok bahan baku atau bahan mentah untuk produksi, dengan tingkat ketepatan waktu yang telah disepakati.
Jika waktu kedatangan bahan tersebut lebih lambat dari yang disepakati kedua belah pihak, berpotensi menimbulkan gangguan proses produksi.
Manajemen Persediaan bertugas untuk menertibkan ini, dan mencari solusi agar kekurangan stok bisa diatasi dengan baik dan tidak mengganggu jalannya alur produksi.
3. Return Supply Anticipation atau Antisipasi Pengembalian Barang
Barang yang telah sampai ke tangan konsumen biasanya tidak mungkin 100% sempurna, bisa jadi karena faktor distribusi atau inkonsistensi proses produksi. Hal ini memicu adanya return supply atau pengembalian barang dan mengubah status barang tersebut menjadi bad stock.
Jika barang yang dikembalikan ini dibuang akan mengakibatkan kerugian, sehingga Manajemen Persediaan bertugas mengolah barang yang di-return agar lebih menguntungkan.
4. Stabilize The Price Of Goods Atau Menstabilkan Harga Barang
Proses produksi dengan pengelolaan persediaan yang berjalan dengan buruk pastinya akan menyebabkan inefisiensi pengelolaan sumber daya. hal ini bisa meningkatkan harga barang yang dijual berubah secara significantly fluctuative.
Konsumen sangat membenci hal ini, sehingga diperlukan Manajemen Inventory terbaik agar bisa menstabilkan produksi yang berdampak langsung pada harga barang.
Jenis-Jenis Biaya Pada Manajemen Inventory
Persediaan barang memiliki hubungan langsung dengan berbagai jenis biaya yang digunakan untuk kepengaturan di bidang ini.
Dalam sistem Manajemen Persediaan, ada empat jenis biaya yang harus diperrtimbangkan oleh pihak perusahaan. Keempat jenis biaya dalam Manajemen Inventory adalah sebagai berikut :
1. Order Costs (Biaya Pemesanan)
Pemesanan barang terhadap para pemasok memerlukan biaya tertentu. Seperti biaya order, biaya pengiriman barang atau ekspedisi, biaya komunikasi dengan pemasok, biaya pengepakan, hingga biaya inspeksi.
Biaya pemesanan bisa semakin mahal tergantung jarak perusahaan dengan pemasok, banyak barang, kerumitan prosedur pemesanan, dan indikator lain yang berhubungan dengan ordering.
2. Holding Costs (Biaya Penyimpanan)
Setelah barang sampai ke gudang perusahaan pemesan, barang harus disimpan di suatu tempat dengan ketentuan atau standar tertentu. Banyak sekali jenis biaya yang termasuk holding costs, seperti biaya peralatan penyimpanan, asuransi, biaya penanganan, biaya penyusutan, hingga biaya pengawas gudang.
Semakin barang yang disimpan mudah rusak, semakin kompleks pula cara penanganan barang dan biaya yang dikeluarkan tidak menutup kemungkinan akan semakin meningkat.
3. Setup Costs (Biaya Persiapan)
Ada juga biaya yang memang kurang menonjol dibandingkan biaya lain dengan waktu pengeluaran yang kurang tinggi frekuensinya.
Jenis biaya yang termasuk setup costs contohnya biaya mesin, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya penjadwalan penggunaan barang. Walaupun tidak terlalu penting, namun jenis biaya ini tidak boleh diremehkan.
4. Shortage Costs (Biaya Kekurangan)
Rantai persediaan barang tidak selalu tergambar sempurna ketika direfleksikan pada kenyataan di lapangan.
Kemungkinan terjadi keterlambatan atau kerusakan barang cukup tinggi, sehingga biaya kekurangan persediaan selalu menjadi prioritas. Yang termasuk jenis biaya ini adalah biaya pemesanan khusus, biaya pengiriman khusus, biaya sales lost, dan lain sebagainya.
Jenis Barang Pada Manajemen Inventory
Barang yang menjadi fokus kegiatan tim Manajemen Inventory cukup beragam. Diantaranya adalah bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, barang suplai, dan barang dagangan. Ragam jenis barang inilah yang menjadi konsentrasi mereka untuk melakukan controlling dan planning dalam rantai persediaan.
bahan baku yang diperoleh dari pemasok diolah menjadi barang dalam proses (bahan setengah jadi) untuk kemudian dilakukan fiksasi menjadi barang jadi.
Setelah itu, barang yang telah jadi disimpan sementara dan berubah statusnya menjadi barang suplai. Jika barang suplai mulai didistribusikan pada rantai distribusi akhir, maka barang tersebut berstatus barang dagangan.
Kami telah menjelaskan berbagai hal mengenai Manajemen Inventory perusahaan sedetail mungkin. Jika Anda memerlukan software akuntansi berkualitas premium, Siscom solusinya.
Tersedia beragam aplikasi akuntansi perusahaan dengan sistem terbaik. Kami juga telah bekerjasama dengan banyak instansi besar sehingga sudah teruji kualitasnya.