Hal yang paling ditakutkan dan menjadi salah satu permasalahan yang sering dirasakan oleh para penggerak bisnis adalah pelanggan telat bayar. Karena terlalu sering terjadi, banyak pebisnis yang akhirnya cenderung mengabaikan hal ini, padahal permasalahannya sangat serius. Hal ini berdampak pada cashflow bisnis Anda.
Namun jangan khwatir, saat ini teknologi dapat meminimalisir jumlah pelaggan telat bayar. Berikut penjelasannya:
1. Pelanggan Telat Bayar Sebabkan Bisnis Terhambat
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Xero dan World Wide Worx, pemilik usaha kecil di Afrika Selatan menyadari betul nilai yang dibawa teknologi dalam bisnisnya. lebih dari 50% pengusaha di Afrika selatan percaya bahwa perangkat cerdas dan aplikasi cloud telah memudahkan perjalanan bisnis milik mereka termasuk mengurangi pelanggan yang telat bayar.
Salah satu contohnya adalah program ini dpaat mengirim invoice sesegra mungkin setelah selesai dibuat, mengetahui ketika tagihan tersebut sudah dibaca dan dilihat oleh orang yang dituju, dan juga mengirim pengingat secara otomatis atau reminder notices.
Fitur pengingat seperti ini tentu akan membantu pelanggan untuk mengetahui jumlah tagihan yang harus dibayar sesegera mungkin setelah menerima tagihannya.
2. Teknologi ini memungkinkan Anda untuk melakukan proses otorisasi yang menyita waktu dan sering membuat frustasi.
Salah satu hal terpenting dalam berbisnis adalah masalah kepercayaan seperti permasalahan tangan 'kanan kiri'. sebagai contoh, tim finance sudah siap untuk melakukan persetujuan transaksi, namun mereka membutuhkan si 'tangan kanan' untuk menandatanganinya. Pada saat seperti itulah, teknologi sangat berperan. Dengan Software Akuntansi SISCOM, Anda dapat meminta persetujuan melalui program yang dapat diakses di komputer/laptop.
Tentu saja beberapa hal diatas hanyalah sebagian contoh kecil dari peran teknologi yang telah membantu dalam dunia bisnis. Setiap hari, selalu ada teknologi yang berkembang. Dalam beberapa tahum gagasan tentang permasalahan keterlambatan pembayaran hanyalah konsep tidak terpakai lagi.
Kami mengimbau agar berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan SISCOM.
Penipuan dapat dilakukan melalui telepon, WhatsApp, email, maupun media sosial dengan dalih permintaan data pribadi, kode OTP, kata sandi, atau pembayaran tertentu.
SISCOM tidak pernah meminta informasi rahasia, kode OTP, kata sandi, maupun pembayaran melalui jalur komunikasi pribadi atau tidak resmi.
Apabila Anda menerima informasi yang mencurigakan, harap tidak menanggapi dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi SISCOM.
Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul akibat komunikasi atau transaksi yang dilakukan di luar kanal resmi perusahaan.