Perusahaan merupakan sebuah organisasi yang dibentuk atau didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang yang menjadi kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Salah satu elemen penting dalam perusahaan adalah laporan keuangan. Untuk Anda yang belum memahami tentang contoh laporan keuangan perusahaan, artikel ini layak untuk Anda baca.
Mengenal Laporan Keuangan Lebih Dekat
Kamu pasti telah mengenal laporan keuangan sejak kamu berada di bangku sekolah menengah atas. Laporan keuangan yang dimiliki perusahaan juga memiliki konsep yang sama dengan laporan yang kalian pelajari di sekolah. Laporan keuangan merupakan catatan atau kumpulan informasi yang diperoleh dari hasil pencatatan transaksi yang telah diidentifikasi.
Laporan keuangan mampu digunakan untuk menggambarkan kondisi aliran dana pada sebuah perusahaan, baik itu perusahaan dagang, jasa, atau manufaktur. Akuntan khusus, atau bagian keuangan yang ada di perusahaanlah yang bertugas untuk membuat jenis laporan keuangan ini.
Laporan keuangan ini tidak boleh asal dibuat, karena harus memenuhi standar tertentu di dunia akuntansi. Pada dasarnya ada empat poin yang harus diperhatikan dalam pembuatan jenis laporan ini. Keempat karakteristik yang notabene harus dipahami oleh para akuntan yaitu:
1. Dapat dipahami
Laporan keuangan harus berisi hal-hal mendetail mengenai dana yang keluar masuk dalam perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan harus dapat dipahami dengan baik oleh penggunanya. Tujuannya agar pengguna laporan keuangan ini bisa membaca bagaimana kondisi perusahaan saat ini.
2. Relevan
Suatu laporan dikatakan relevan apabila laporan itu bersifat memuat informasi yang berguna untuk para pemakai. Oleh karena itu, laporan keuangan harus bersifat relevan agar informasi yang ada di dalamnya dapat digunakan untuk melakukan evaluasi. Selain itu juga digunakan untuk memperkirakan peluang keuntungan yang dapat diambil dan kerugian yang dapat dihindari.
3. Andal
Laporan keuangan yang memuat informasi haruslah bersifat andal, yaitu tidak mengandung pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, bersifat tulus dan jujur. Keandalan dari informasi yang ada dalam laporan keuangan nantinya akan berhubungan dengan relevansi, semakin andal informasinya, maka semakin relevan. Keandalan informasi dipengaruhi oleh :
Informasi yang jujur
Agar laporan keuangan memiliki karakteristik andal, maka informasi yang disajikan haruslah jujur dan sesuai keadaan yang sebenarnya. Segala transaksi yang dilakukan dalam perusahaan harus dijelaskan serinci mungkin.
Netralitas
Informasi yang ada dalam laporan keuangan haruslah bersifat netral. Artinya tidak boleh memihak atau lebih menguntungkan kepada pihak lain dan merugikan pihak lainnya karena laporan keuangan ini diperuntukkan untuk kebutuhan umum pengguna.
Kelengkapan
Laporan keuangan haruslah lengkap, tidak kurang dan tidak lebih jika tidak ingin dikatakan sebagai laporan palsu. Kesengajaan dalam pemalsuan biaya yang dikeluarkan atau digunakan akan mengakibatkan informasi tidak benar dan relevansi menjadi kurang. Inilah salah satu hal yang mampu membahayakan perusahaan.
Substansi mengungguli bentuk
Apabila laporan keuangan digunakan untuk menyajikan transaksi serta berkaitan dengan keuangan, maka peristiwa tersebut harus disajikan sesuai kenyataan dan sesuai substansi. Ini ditujukan agar laporan keuangan bisa diandalkan pihak manajemen.
4. Dapat Dibandingkan
Informasi yang berada dalam laporan keuangan akan berguna apabila dibandingkan antar periode untuk mengetahui kecenderungan posisi, kinerja keuangan, serta mengevaluasi posisi keuangan. Pihak-pihak yang biasanya menggunakan laporan keuangan diantaranya kreditor, pemasok, manajemen perusahaan, investor, pemerintah, dan pihak lainnya yang berurusan dengan keuangan.
Fungsi Laporan Keuangan Untuk Perusahaan
Laporan keuangan kelihatannya memang sepele. Padahal ada berbagai fungsi dari jenis laporan tersebut yang berdampak secara sustainable terhadap berbagai kegiatan perusahaan. Berikut ini fungsi laporan perusahaan yang harus Anda tahu :
1. Alat Mengetahui Kinerja dan Kondisi Keuangan Perusahaan
Melalui analisis laporan keuangan dapat dilihat aktivitas usaha atau kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Untung ruginya perusahaan pun sebenarnya dapat dilihat dari laporan ini. Manajemen tingkat atas bisa secara langsung mengetahui perkembangan perusahaan tanpa harus meninjau catatan akuntansi sedari awal.
2. Untuk Mengevaluasi Kinerja, Perencanaan, dan Keputusan dalam Perusahaan
Setelah mengetahui kondisi kondisi perusahaan, laporan tersebut bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Apakah ada yang perlu dibenahi atau tidak, juga bisa digunakan untuk mengganti atau meneruskan keputusan yang sebelumnya telah dibuat. Selain itu, laporan keuangan dapat berfungsi untuk membuat perencanaan operasional perusahaan selanjutnya.
3. Sebagai Alat untuk Menunjukkan Kredibilitas Perusahaan
Laporan keuangan yang jujur, transparan, dan tidak dibuat-buat dapat berdampak pada kepercayaan investor yang akan menaruh saham kepada perusahaan. Selain itu, kredibilitas perusahaan juga mempengaruhi imej perusahaan di mata publik, sehingga akan memengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.
4. Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Pengelolaan Dana oleh Perusahaan
Laporan keuangan digunakan untuk melihat apakah uang untuk operasional dalam perusahaan telah digunakan dengan sebenar-benarnya atau tidak. Contohnya, pihak bank yang meminjamkan dana atau investor yang menanamkan modal. Mereka butuh laporan keuangan untuk melihat perkembangan perusahaan dan memastikan tidak ada penyalahgunaan dana keuangan.
Contoh Laporan Keuangan Perusahaan
Berkaitan dengan jenis laporan keuangan, tentu saja ada lebih dari satu jenis laporan yang ada di dunia akuntansi. Ragam laporan keuangan tersebut diperlukan berdasarkan kepentingan masing-masing. Berikut ini berbagai jenis laporan keuangan yang harus Anda tahu :
1. Laporan Neraca
Laporan ini merupakan laporan yang berisi tentang aset atau harta, di dalamnya juga terdapat rincian data dari modal, hutang, dan kewajiban. Info, posisi, dan kondisi keuangan perusahaan dalam setiap periode tertentu juga digambarkan dalam laporan ini. Bagian dari laporan neraca di antaranya:
a. Aktiva atau harta (asset) dibagi menjadi dua, yaitu aktiva lancar seperti kas dan setara kas, bank, piutang, persediaan, dan biaya yang dibayar di muka. Yang kedua aktiva tidak lancar seperti mebel dan perlengkapan, kendaraan, mesin dan peralatan, bangunan, dan tanah.
b. Kewajiban (liability) dibagi menjadi dua. Yaitu hutang lancar atau hutang jangka pendek seperti hutang bank dalam jangka kurang dari satu tahun. Yang kedua hutang tidak lancar atau hutang jangka panjang seperti hutang lainnya dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.
c. Ekuitas (equity) dibagi menjadi dua yaitu modal saham seperti modal ditempatkan dan disetor penuh, modal dasar, dan agio saham atau disagio saham. Yang kedua ialah saldo laba.
2. Laporan Laba Rugi
Seperti namanya, laporan laba rugi merupakan laporan yang berisi informasi mengenai laba dan rugi suatu perusahaan. Perusahaan yang mengalami keuntungan atau kerugian bisa dilihat melalui laporan ini. Laporan laba rugi biasanya menggunakan perhitungan multiple step atau single step.
Perbedaan keduanya ialah single step lebih sederhana dan mudah dalam perhitungan. Namun metode multiple step mampu menyajikan kalkulasi yang lebih detail dan terperinci. Yang menjadi “tubuh” dari laporan ini adalah :
a. Hasil dari penjualan (revenue), baik penjualan bersih maupun kotor.
b. Harga pokok penjualan (HPP atau COGS), stok atau persediaan awal, dan persediaan barang dalam proses.
c. Beban atau biaya operasional yang berisi beban umum administrasi dan beban penjualan.
d. Pendapatan lain-lain yang berisi penjualan lain-lain, pendapatan sewa, pendapatan bunga, dan pendapatan dividen.
e. Biaya lain-lain yang juga cukup penting.
3. Laporan Arus Kas
Laporan yang juga biasa disebut cash flow ini merupakan laporan yang memuat jumlah arus masuk dan keluarnya kas yang dihitung dalam periode tertentu. Aliran kas keuangan perusahaan secara terperinci dicatat untuk selanjutnya dipantau pada laporan cash flow. Bagian dari laporan arus kas diantaranya:
a. Arus kas operasional yang berisi rincian produksi dan penjualan produk maupun jasa perusahaan seperti laba atau rugi bersih perusahaan setelah pajak, penyusutan, aktiva lancar, hutang, dan kas yang diperoleh dari aktivitas operasi.
b. Arus kas investasi yang berhubungan dengan investasi yang dilakukan perusahaan seperti aktiva tetap (kotor), kas yang diperoleh dari aktivitas investasi, dan investasi bisnis lainnya.
c. Arus kas aktivitas keuangan yaitu berhubungan dengan pendanaan oleh perusahaan seperti wesel bayar, hutang jangka panjang dan pendek, modal pemegang saham, dan dividen.
4. Laporan Perubahan Modal
Laporan ini berisi modal awal sampai dengan perubahan modal yang dimiliki perusahaan. Saldo modal di awal dan akhir saldo dari laporan ini memang berbeda, karena terdapat perubahan modal dalam proses produksi. Fungsi dari laporan ini adalah untuk mengetahui perubahan ekuitas dalam perusahaan dalam waktu satu tahun.
Demikian informasi mengenai contoh laporan keuangan perusahaan beserta dengan contohnya, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Apabila Anda memerlukan software akuntansi, silahkan kunjungi siscom.co.id. Temukan beragam pilihan software akuntansi dengan kualitas terbaik dan harga yang bersahabat untuk para pengusaha.